Pemodelan Proses Bisnis di STSN

Pemodelan BPMN Untuk Menggambarkan Proses Bisnis di STSN

BPMN adalah singkatan dari Business Process Modeling Notation, yaitu suatu metode pemodelan proses bisnis, dan juga sebagai alat desain pada sistem yang berbasis pesan (message-based). Tujuan utama dari BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah digunakan dan bisa dimengerti oleh semua orang yang terlibat dalam bisnis.[1] Notasi BPMN juga dirancang untuk sifat sistem berbasis layanan web, dapat dipetakan ke bahasa eksekusi bisnis berbasis XML seperti BPEL4WS (Business Process Execution Language for Web Service) dan BPML (Business Process Modeling Language).

Untuk menerapkan BPMN maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut [1]:

  1. Menetapkan sudut pandang kajian masalah (point of view). Hal ini karena sebuah proses bisnis seringkali sangat rumit dan melibatkan banyak pihak, sehingga ketika dimodelkan, harus ditentukan dari sudut pandang pihak mana model tersebut dibangun.
  2. Mendefinisikan Critical Success Factor (CSF) sebagai ukuran keberhasilan yang ingin dicapai oleh proses bisnis tersebut.
  3. Membuat abstraksi umum dan melakukan dekomposisi atas proses sehingga dapat dibuat model yang komprehensif pada setiap lapisan proses.
  4. Menggambarkan modelnya menggunakan BPMN.

 

Berikut adalah contoh pemodelan proses bisnis “Pelaksanaan Ujian Tugas Akhir” yang merupakan proses level 3 dari proses bisnis “Kegiatan Akademik dan Kerjasama” (level 2).

  1. Point of view:

Subbag Akademik dan Kerjasama serta Bagian Jurusan STSN

  1. Critical Success Factor:
  • Terselenggaranya ujian Tugas Akhir dengan baik
  • Menghasilkan output berupa nilai Tugas Akhir tepat pada waktunya untuk menentukan kelulusan Mahasiswa
  1. Abstraksi:

STSN menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir (TA) dalam bentuk sidang pengujian yang dilaksanakan di kampus STSN dengan dosen penguji dari dosen internal dan dosen eksternal yang berkompeten. Masukan proses adalah TA mahasiswa yang telah disetujui, dan keluaran proses adalah keputusan Lulus/Tidak Lulus/Lulus dengan Revisi serta nilai kuantitatif dari hasil ujian.

  1. Batasan Masalah:

Untuk memperjelas pemodelan maka dilakukan pembatasan, asumsi dan penegasan keadaan sebagai berikut:

1)            Proses bisnis yang dimodelkan adalah berdasarkan proses kerja Subbag Akademik dan Bag. Jurusan STSN, tidak memperhatikan secara terperinci proses kerja di Bagian lain.

2)            Apabila pada pengujian sidang TA dirasa perlu mengambil dosen penguji dari luar STSN, maka proses bisnis dianggap melakukan kerjasama dengan perusahaan/instansi terpisah, dengan kata lain dilakukan prosesbusiness to business (B2B).

3)            Fungsi bisnis Catering juga berada di luar STSN dan merupakan mitra bisnis STSN.

4)            Proses bisnis dimodelkan untuk mencapai kinerja optimal kegiatan/layanan Pelaksanaan Ujian TA, dan bukan berdasarkan program kerja satu bagian/divisi tertentu di STSN.

  1. Deskripsi Proses:

Berdasarkan notasi BPMN, proses bisnis pelaksanaan ujian TA digambarkan dalam bentuk diagram proses yang ditempatkan pada sebuah pool-lanesehingga terlihat keterkaitan antar Bagian, Sub Bagian dengan mitra bisnis (pool lain). Pada Gambar 5 notasi lingkaran dengan garis ganda menunjukkan bahwa proses belum selesai dan notasi lingkaran ini menyatakan titik antara, karena hasil proses bisnis berupa Dokumen Nilai, akan dipakai sebagai input/masukan dalam proses bisnis yang lain.

Business Process Modelling “Ujian TA STSN”

Referensi

[1] http://www.popkin.com/products/system_architect/business_modeling 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: